Membangun Rumah yang Ramah Lingkungan

Global warming memang telah menjadi isu sejak lama. Namun hingga kini solusi konkretnya belum sempurna. Ada banyak solusi yang muncul. Sayangnya belum banyak pihak yang mendukungnya. Banyak alasan mengapa banyak orang belum sadar. Itu karena mereka belum benar-benar memahaminya. Selain itu mereka juga tidak tahu caranya.

Ada banyak cara untuk menjaga lingkungan. Yang paling sederhana adalah menjaga kebersihan. Selain itu membangun bangunan yang ramah lingkungan. Bangunan ramah lingkungan kini semakin populer. Banyak yang mulai melirik bangunan ini. Konsepnya memang ramah lingkungan. Selain itu arsitektur hijau juga tampak menarik.

Namun ada satu tantangan. Membangun rumah hijau tidaklah mudah. Bangunan hijau memang cukup rumit. Ini bisa terlihat dari sisi konstruksinya. Namun jangan berpikir terlalu jauh. Rumah hijau tidak selalu rumit. Ada desain rumah hijau yang cukup sederhana.

Salah satu caranya adalah mengatur komposisi bangunan. Misalnya saja seperti ini. Ambil komposisi 60:40. Ini maksudnya bangunan 60% dan taman 40%. Ini berarti taman yang luas. Tarik beberapa ruangan ke taman. Misalnya saja ruang tamu.

Tarik ruang tamu ke halaman depan. Namun pertimbangkan dengan baik. Sebaiknya buat dua bagian. Sebagian di dalam dan sebagian di luar. Konsep ini adalah yang paling aman. Ruang-ruang yang lain juga demikian. Anda bisa menariknya keluar.

Akan tetapi pilih saja yang bisa ditarik. Jangan tarik semua ruangan keluar. Rumah yang memiliki taman lebar lebih efisien. Ini lebih irit bahan bangunan dan praktis. Selain itu juga berteknologi tinggi. Tapi jangan lupa satu hal penting ini. Dalam arsitektur hijau, sanitasi harus baik.

Desain rumah hijau harus lebih hemat energi. Kemudahan air bersih juga menjadi syarat wajib. Dekorasi juga harus demikian. Harus dibuat sebaik dan seramah mungkin. Ada satu syarat wajib dalam rumah hijau. Ini berkaitan dengan cara mendekorasi. Dalam rumah hijau, perabot tidak boleh berlebihan.

Pada bagian dalam rumah, sebaiknya didekor secukupnya. Pilih perabot yang memang dibutuhkan. Selanjutnya atur penempatannya dengan baik. Buat minimalis namun tetap berkesan. Buat ruang lebih terbuka. Ruang terbuka sirkulasi udaranya lebih baik. Ini berarti interior yang lebih sejuk.

Rumah hijau juga berarti cahaya yang cukup. Untuk itu rumah harus memiliki cukup jendela. Sebaiknya buat jendela selebar mungkin. Gunakan kaca pada bagian pintu. Pastikan menggunakan kusen seminim mungkin. Tembok juga demikian. Jangan terlalu banyak menggunakan tembok.

Untuk bagian luar, tanaman haruslah ada. Sentuhan alam harus sangat kental. Untuk itu tanam beberapa pohon dan bunga. Hiasi tembok luar dengan tanaman merambat. Untuk pagar, gunakan pagar yang ramah lingkungan. Pilih saja yang terbuat dari kayu. Selain kokoh, kayu juga terkesan lebih natural.

Membangun arsitektur hijau sebenarnya tidak sulit. Arsitektur ini hanya berbeda saja. Jadi sebenarnya mudah membangunnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *