Jakarta – Ketentuan batas minimal uang muka (DP) 30% pada kredit pemilikan rumah (KPR) tidak mempengaruhi minat masyarakat pada rumah bekas. Masyarakat tetap berburu rumah, kerena backlog atau kekurangan hunian masih tinggi.
“Permintaan rumah seken (bekas) sarna saja, dengan aturan BI. Rumah seken dan baru so so lah. 50:50,” kata CEO PropertyKita, Ricky Conrad di Jakarta, Senin (26/3/2012).
Data Propertykita.com menunjukkan, ketertarikan masyarakat untuk memiliki rumah tinggi. Sebagian besar mereka adalah pemburu rumah perdana, atau keluarga baru dengan maksimal satu anak. “Kebanyakan yang akses kita adalah first home,” tarnbahnya.
Kawasan Kelapa Gading menjadi incaran utama masyarakat rumah seken karena lahan di sana makin terbatas padahal permintaan masih tinggi. “Wajar saja kalau Kelapa Gading pencarian rumah seken masih tinggi. Harganya disana saja sudah sekitar Rp 2 miliar,” paparnya.
Berbeda dengan rumah dijual Kelapa Gading, pencarian rumah baru di Propertykita paling banyak berlokasi di Cibubur dan sekitamya. “Kalau barunya ada di Cibubur,” tuturnya.
Hari ini perseroan bersama DPD REI Jakarta menjalin kerja sama strategis. 350 Anggota REI Jabodetabek akan memasukkan content jual rumah baru.
Diharapkan banyaknya content baru memperbesar peluang masyarakat memiliki rumah, dengan rata-rata unique visitor 400.000. “Rata-rata respon kita 5% dari unique visitor atau sekitar 20.000,” imbuhnya.
(wep/hen)
